TUGAS INDIVIDU STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

K.D 2.3 Kelas VII SMP
“Menghargai sikap toleran terhadap keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan gender”

TOLERANSI AGAMA DI INDONESIA

Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup dalam sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi. Simbol yang melambangkan semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi beragama sesuai Pancasila, diwujudkan sebagai tempat ibadah yang ada di Indonesia misalnya toleransi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

MASJID ISTIQLAL

  Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid ini dibangun pada 24 agustus 1961 yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Masjid ini diresmikan pada 22 agustus 1978 yang dibangun sebagai ungkapan syukur atas bebasnya bangsa Indonesia dari masa penjajahan. Sehingga dari itulah yang membuat masjid ini dinamakan istiqlal yang berarti merdeka. Masjid Istiqlal diprakarsai oleh Presiden pertama RI yaitu Presiden Soekarno. pada tahun 1955 diadakan sayembara untuk membuat gambar dan maket Masjid Istiqlal. Dari adanya sayembara tersebut menghasilkan terpilihnya Fredrerich Silaban yang beragama kristen protestan sebagai arsitek pembangunan Masjid Istiqlal.

GEREJA KATEDRAL

Gereja Katedral didirikan pada tahun 1891 untuk menggantikan bangunan gereja lama yang runtuh tahun 1890. Pembangunan gereja ini mengalami beberapa kendala dalam pembangunannya, misalnya karena kekurangan biaya dan arsitek dari Belanda yang membangun gereja ini harus pulang karena sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sehingga dari kendala itu dapat membuat gereja ini menjadi terbengkalai. Pada 16 januari 1899 pembangunan gereja ini dimulai kembali yang ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Mgr. E.S. Luypan SJ dan M.J. Hulswit. Pada 21 april 1901 gedung gereja ini diberkati dan diresmikan oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypan SJ, seorang vikaris Apostolik Jakarta. Gereja yang dibangun dengan gaya neo-gotik ini memiliki arti “gereja santa maria yang diangkat kesurga”. Gereja ini disebut gereja katedral karena didalam gereja yang pernah menjadi serangan bom pada Natal pada tahun 2000 ini terdapat catedra, yaitu Tahta Uskup. Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang hanya dipisahkan oleh Jalan Wijaya Kusuma ini hidup serasi berdampingan.

Contoh toleransi antara kedua tempat ibadah ini dapat diwujudkan dengan toleransi dari sebuah lahan (tempat) parkir yaitu saat umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri, halaman parkir did Gereja Katedral sering kali dijadikan tempat parkir umat muslim yang ingin melakukan shalat Idul Fitri. Begitu pula sebaliknya, halaman parkir Masjid Istiqlal digunakan kaum Nasrani yang ingin melakukan ibadah di Gereja Katedral.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s