Subjek hukum

 subjek hukum

Subjek hukum adalah segala sesuatu (manusia atau badan hukum) yang mempunyai hak dan kewajiban dalam hukum. Peristiwa hukum adalah suatu kejadian atau fakta yang terjadi didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang mempunyai akibat hukum antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan hukum. Pada skema pembagian peristiwa hukum yang saya ketahui, peristiwa hukum dibagi menjadi dua yaitu (1) karena perbuatan subjek hukum , ada dua jenis yaitu perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum dan perbuatan subjek hukum yang bukan karena perbuatan hukum. Perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum adalah suatu perbuatan subjek hukum yang mempunyai akibat dari pelaksanaanya  yang diatur oleh hukum dan akibat itu dikehendaki oleh pelaku. Contohnya : perjanjian jual beli, sewa menyewa, pembuatan surat wasiat, dosen mengajar, polisi tangkap penjahat dan lain-lain. Sedangkan perbuatan subjek hukum yang bukan karena perbuatan hukum adalah suatu perbuatan subjek hukum yang mempunyai akibat dari pelaksanaannya yang diatur oleh hukum dan akibat itu tidak dikehendaki oleh yang melakukannya (pelaku). Contohnya : mencuri. Dan yang (2) bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) yang dibagi menjadi dua yaitu keadaan yang contohnya kebakaran dan gempa bumi yang mengakibatkan rumah rumah yang di asuransikan rusak,dan peristiwa yang berkaitan dengan tindakan manusia yang contohnya lahirnya seorang bayi, kematian seseorang karena pembunuhan,sedangkan peristiwa yang tidak berkaitan dengan tindakan manusia yang contohnya orang dewasa yang gila.

Dibawah ini saya akan menjelaskan tentang siklus orang pribadi yang merupakan subyek hukum yang tentang lahirnya manusia didunia sampai meninggalnya manusia itu. (a) pada saat bayi, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Lahirnya seorang bayi berhak mendapatkan hak dan kewajibannya yang diatur dalam hukum, selain itu lahirnya seorang bayi juga berhak mendapatkan pengakuan dari negara dan masyarakat tentang statusnya yang anaknya siapa yaitu dengan pengurusan akta kelahiran yang itu juga diatur dalam hukum. (b) pada saat kanak-kanak, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Pada saat kanak-kanak atau masih kecil, mereka berhak mendapatkan hak dan kewajiban mereka dari orang tua kandung mereka yaitu untuk bersekolah(wajib belajar 9 tahun yang diatur dalam undang-undang). (c) pada saat remaja, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Pada saat remaja, mereka berhak mendapatkan hak dan kewajiban untuk bersekolah dan belajar, selain itu bagi mereka yang umurnya 17 tahun keatas harus mempunyai KTP dan itu juga diatur dalam hukum dan undang-undang. Selain itu mereka yang ingin berkendaraan harus mempunyai SIM yang juga diatur dalam hukum.

(d) pada saat menikah, manusia dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat menikah, seorang pria dan wanita mempunyai hak dan kewajiban sebagai sepasang suami dan istri yang menimbulkan akibat-akibat hukum dan itu diatur dalam hukum. (e) pada saat berkeluarga(sudah mempunyai anak), manusia dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat sudah berkeluarga sepasang suami istri harus bisa mengetahui dan melaksanakan dengan baik hak dan kewajiban mereka masing-masing sebagai orang tua yaitu terhadap anak-anaknya yaitu dengan mengayomi mereka jika ada bencana, membantu menyelesaikan masalah sang anak untuk, memenuhi kebutuhan sang anak selama mereka masih menjadi tanggungan orang tuanya,menyekolahkan mereka untuk bekal mereka di masa depan. Disamping mereka melaksanakan tugas,hak dan kewajiban mereka sebagai orang tua, sepasang suami istri juga tidak boleh lalai dan terlena dengan tugas masing-mereka sebagai suami dan istri. (f) pada saat meninggal, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) yang berkaitan dengan tindakan manusia dan juga dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat meninggal, seseorang akan membawa berbagai akibat hukum contohnya dibidang hukum perdata (sipil) yang akan membawa akibat penetapan pewaris dan ahli waris. Dan di bidang hukum pidana yang misalnya kematian seseorang tersebut akibat dari perbuatan (ulah) seseorang (pembunuhan,penganiayaan,dan lain-lain), maka orang yang bersangkutan yang telah melakukan perbuatan itu akan mendapatkan akibat hukum berupa pertanggungjawaban pidana atas perbuatannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s