KEGIATAN MERUSAK ALAM

 1.      Membuang Sampah Dan Limbah Pabrik Sembarangan

 membuang sampah sembaranganmembuang limbah pabrik sembarangan

Banyaknya pembuangan limbah pabrik yang sembarangan ke daerah aliran sungai tanpa memproses penetralan air limbah terlebih dahulu dikarenakan kurangnya fasilitas dan pemotongan untuk beban biaya produksi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pembuangan limbah rumah seperti membuang sampah kedalam sungai, membuat saluran pembuangan limbah rumah tangga ke sungai dan membuang limbah pabrik ke sungai. Dengan banyaknya sampah serta limbah baik itu limbah pabrik maupun limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai, maka akan mengakibatkan pencemaran air sungai yang membuat air sungai menjadi kotor, tidak jernih, dan membuat sungai menjadi keruh serta penuh bakteri sehingga air sungai menjadi tidak layak lagi untuk dijadikan sebagai air minum meskipun sudah diolah oleh pabrik, karena itu terdapat banyak bakteri-bakteri dari pembuangan sampah dan limbah yang dibuang ke sungai. Pemerintah harus memberikan peraturan yang tegas denga memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang sudah mencemari air sungai dengan sampah dan limbah pabrik serta limbah rumah tangga.

2.      Penebangan Hutan Secara Liar (illegal loging)

penebangan hutan ilegal loging

 Penebangan Hutan yang marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia ini seringkali berlaku di luar batas dan secara liar serta illegal (tidak mendapat izin dari pemerintah) sehingga berakibat fatal terhadap sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia sendiri. Penebangan hutan yang liar dan illegal dapat mengakibatkan Indonesia semakin hari semakin kekurangan oksigen dan pada akhirnya berdampak pada bocornya lapisan ozon. Penebangan hutan ini sebenarnya bisa dicegah jika ada kemauan dari rakyat Indonesia sendiri untuk mau berubah, namun pada kenyataannya kerusakan hutan kita dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan. Sehingga hutan ini semakin lama akan semakin habis dipakai untuk kebutuhan ekonomi  dunia. Bencana banjir dan tanah longsor juga akan terjadi jika hutan terus menerus ditebang tanpa adanya penanaman kembali (reboisasi). Mereka semua hanya memikirkan keuntungan sendirinya semata tanpa memikirkan nasib bumi yang sudah kehilangan pelidungnya yaitu hutan dan pohon-pohonnya.  Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk melawan penebangan hutan secara liar, namun semua itu tidaklah efektif untuk membendung kebutuhan kayu dari Negara di luar Negara Indonesia. Usaha untuk menghilangkan penebangan ilegal melalui larangan ekspor dan aturan lain belum bisa dikatakan berhasil. Seharusnya pengelolaan SDA pepohonan yang baik adalah menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dengan SDA alam alami.

3.      Perburuan Satwa Dan Tumbuhan Langka

eksploitasi dan perburuan hewan langka

Perburuan liar adalah pelanggaran terhadap peraturan dan hukum perburuan. Indonesia adalah negara yang dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar. Salah satu kekayaan alam tersebut adalah hewan dan tumbuhan langka. Hewan dan tumbuhan langka ini hanya dapat ditemui di Negara kita dan sulit untuk dilihat di Negara lain misalnya harimau sumatera, badak bercula dua, gajah sumatra, badak bercula satu, banteng, orang utan, merak, anoa, babi rusa, burung gosong, buaya muara, cendrawasih, komodo, jalak bali, elang jawa dan lain-lain. Adapun beberapa jenis tumbuhan langka yang kita miliki adalah bunga bangkai, kantung semar, anggrek hutan Kalimantan, kayu cendana dan lain sebagainya. Seiringnya perburuan liar yang semakin marak, terutama pada musim kemarau. Pemerintah banyak membuat peraturan mengenai dilarangnya perburuan liar. Selain itu pemerintah juga membangun tempat-tempat untuk menampung hewan maupun tumbuhan yang terancam punah seperti suaka margasatwa dan cagar alam. Namun sesungguhnya hal-hal itu berasal dari diri kita masing-masing berupa kesadaran akan kelangkaan-kelangkaan hewan maupun tumbuhan tersebut. Tapi banyaknya petugas penegak hukum yang dapat dilemahkan oleh uang merupakan kendala terbesar dalam kasus iniTempat perlindungan tersebut diantaranya adalah  suaka margasatwa, cagar alam dan taman nasional. Sebagian besar orang-orang melakukan perburuan ini demi mendapatkan kuntungan pribadi semata. Misalnya perburuan gajah untuk gadingnya, perburuan harimau untuk kulit indahnya, bahkan perburuan burung cendrawasih untuk diawetkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s