Subjek hukum

 subjek hukum

Subjek hukum adalah segala sesuatu (manusia atau badan hukum) yang mempunyai hak dan kewajiban dalam hukum. Peristiwa hukum adalah suatu kejadian atau fakta yang terjadi didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang mempunyai akibat hukum antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan hukum. Pada skema pembagian peristiwa hukum yang saya ketahui, peristiwa hukum dibagi menjadi dua yaitu (1) karena perbuatan subjek hukum , ada dua jenis yaitu perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum dan perbuatan subjek hukum yang bukan karena perbuatan hukum. Perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum adalah suatu perbuatan subjek hukum yang mempunyai akibat dari pelaksanaanya  yang diatur oleh hukum dan akibat itu dikehendaki oleh pelaku. Contohnya : perjanjian jual beli, sewa menyewa, pembuatan surat wasiat, dosen mengajar, polisi tangkap penjahat dan lain-lain. Sedangkan perbuatan subjek hukum yang bukan karena perbuatan hukum adalah suatu perbuatan subjek hukum yang mempunyai akibat dari pelaksanaannya yang diatur oleh hukum dan akibat itu tidak dikehendaki oleh yang melakukannya (pelaku). Contohnya : mencuri. Dan yang (2) bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) yang dibagi menjadi dua yaitu keadaan yang contohnya kebakaran dan gempa bumi yang mengakibatkan rumah rumah yang di asuransikan rusak,dan peristiwa yang berkaitan dengan tindakan manusia yang contohnya lahirnya seorang bayi, kematian seseorang karena pembunuhan,sedangkan peristiwa yang tidak berkaitan dengan tindakan manusia yang contohnya orang dewasa yang gila.

Dibawah ini saya akan menjelaskan tentang siklus orang pribadi yang merupakan subyek hukum yang tentang lahirnya manusia didunia sampai meninggalnya manusia itu. (a) pada saat bayi, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Lahirnya seorang bayi berhak mendapatkan hak dan kewajibannya yang diatur dalam hukum, selain itu lahirnya seorang bayi juga berhak mendapatkan pengakuan dari negara dan masyarakat tentang statusnya yang anaknya siapa yaitu dengan pengurusan akta kelahiran yang itu juga diatur dalam hukum. (b) pada saat kanak-kanak, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Pada saat kanak-kanak atau masih kecil, mereka berhak mendapatkan hak dan kewajiban mereka dari orang tua kandung mereka yaitu untuk bersekolah(wajib belajar 9 tahun yang diatur dalam undang-undang). (c) pada saat remaja, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa hukum yang bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) dan berkaitan dengan tindakan manusia. Pada saat remaja, mereka berhak mendapatkan hak dan kewajiban untuk bersekolah dan belajar, selain itu bagi mereka yang umurnya 17 tahun keatas harus mempunyai KTP dan itu juga diatur dalam hukum dan undang-undang. Selain itu mereka yang ingin berkendaraan harus mempunyai SIM yang juga diatur dalam hukum.

(d) pada saat menikah, manusia dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat menikah, seorang pria dan wanita mempunyai hak dan kewajiban sebagai sepasang suami dan istri yang menimbulkan akibat-akibat hukum dan itu diatur dalam hukum. (e) pada saat berkeluarga(sudah mempunyai anak), manusia dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat sudah berkeluarga sepasang suami istri harus bisa mengetahui dan melaksanakan dengan baik hak dan kewajiban mereka masing-masing sebagai orang tua yaitu terhadap anak-anaknya yaitu dengan mengayomi mereka jika ada bencana, membantu menyelesaikan masalah sang anak untuk, memenuhi kebutuhan sang anak selama mereka masih menjadi tanggungan orang tuanya,menyekolahkan mereka untuk bekal mereka di masa depan. Disamping mereka melaksanakan tugas,hak dan kewajiban mereka sebagai orang tua, sepasang suami istri juga tidak boleh lalai dan terlena dengan tugas masing-mereka sebagai suami dan istri. (f) pada saat meninggal, manusia dikelompokkan ke dalam peristiwa bukan karena perbuatan subjek hukum (fakta hukum) yang berkaitan dengan tindakan manusia dan juga dikelompokkan ke dalam perbuatan subjek hukum karena perbuatan hukum.Pada saat meninggal, seseorang akan membawa berbagai akibat hukum contohnya dibidang hukum perdata (sipil) yang akan membawa akibat penetapan pewaris dan ahli waris. Dan di bidang hukum pidana yang misalnya kematian seseorang tersebut akibat dari perbuatan (ulah) seseorang (pembunuhan,penganiayaan,dan lain-lain), maka orang yang bersangkutan yang telah melakukan perbuatan itu akan mendapatkan akibat hukum berupa pertanggungjawaban pidana atas perbuatannya.

HUKUM TATA NEGARA

 hukumhtn

Hukum tata negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kekuasaan suatu negara beserta segala aspek yang berkaitan dengan organisasi negara tersebut. Di Belanda umumnya memakai istilah “staatsrech” Staatsrech in ruimere zin adalah hukum negara sedangkan staatsrech in engere zin adalah hukum yang membedakan hukum tata negara dari hukum administrasi negara, hukum tata usaha negara atau hukum tata pemerintah. Di Inggris pada umumnya memakai istilah “Contitusional Law”. Di Perancis orang mempergunakan istilah “Droit Constitutionnel” yang di lawankan dengan “Droit Administrative”. Di Jerman mempergunakan istilah Verfassungsrecht (Hukum Tata Negara) dan Verwassungsrecht (Hukum Administrasi negara). Definisi hukum tata negara menurut beberapa ahli : (a.) J.H.A Logemann, hukum tata negara adalah hukum yang mengatur organisasi negara. (b) Van der Pot, hukum tata negara adalah peraturan-peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenang masing-masing, hubungannya satu dengan yang lain dan hubungan dengan individu yang lain. (c) Wade and Phillips, hukum tata negara adalah hukum yang mengatur alat-alat perlengkapan negara, tugasnya dan hubungan antara alat pelengkap negara itu. (d) R. Kranenburg, hukum tata negara meliputi hukum mengenai susunan hukum dari Negara terdapat dalam UUD. (e) Utrecht, hukum tata negara mempelajari kewajiban sosial dan kekuasaan pejabat-pejabat Negara. Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : hukum tata negara adalah sekumpulan peraturan yang mengatur organisasi dari pada negara, hubungan antara alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal serta kedudukan warga negara dan hak-hak azasinya.

Obyek kajian ilmu hukum tata negara adalah negara. Dimana negara dipandang dari sifatnya atau pengertiannya yang konkrit. Artinya obyeknya terikat pada tempat, keadaan dan waktu tertentu. Ruang lingkup hukum tata negara adalah struktur umum dari negara sebagai organisasi, yaitu: (1) Bentuk Negara (Kesatuan atau Federasi), (2) Bentuk Pemerintahan (Kerajaan atau Republik), (3) Sistem Pemerintahan (Presidensil, Parlementer, Monarki absolute), (4) Corak Pemerintahan (Diktator Praktis, Nasionalis, Liberal, Demokrasi), (5) Sistem Pendelegasian Kekuasaan Negara (Desentralisasi, meliputi jumlah, dasar, cara dan hubungan antara pusat dan daerah), (6) Garis-garis besar tentang organisasi pelaksana (peradilan, pemerintahan, perundangan), (7) Wilayah Negara (darat, laut, udara), (8) Hubungan antara rakyat dengan Negara (abdi Negara, hak dan kewajiban rakyat sebagai perorangan/golongan, cara-cara pelaksanaan hak dan menjamin hak dan sebagainya), (9) Cara-cara rakyat menjalankan hak-hak ketatanegaraan (hak politik, sistem perwakilan, Pemilihan Umum, referendum, sistem kepartaian/penyampaian pendapat secara tertulis dan lisan), (10) Dasar Negara (arti Pancasila, hubungan Pancasila dengan kaidah-kaidah hukum, hubungan Pancasila dengan cara hidup mengatur masyarakat, sosial, ekonomi, budaya dan berbagai paham yang ada dalam masyarakat), (11) Ciri-ciri lahir dan kepribadian Negara (Lagu Kebangsaan, Bahasa Nasional, Lambang, Bendera, dan sebagainya).

Hubungan ilmu hukum tata negara dengan ilmu-ilmu yang lain : (1) Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu Negara, Ilmu Negara mempelajari : a) Negara dalam pengertian abstrak artinya tidak terikat waktu dan tempat, b) Ilmu Negara mempelajari konsep-konsep dan teori-teori mengenai negara, serta hakekat negara. Hukum Tata Negara mempelajari : a) Negara dalam keadaan konkrit artinya negara yang sudah terikat waktu dan tempat, b) Hukum Tata Negara mempelajari Hukum Positif yang berlaku dalam suatu negara, c) Hukum Tata Negara mempelajari negara dari segi struktur. (2) Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu Politik, Hukum Tata Negara : a) Mempelajari peraturan-peraturan hukum yang mengatur organisasi kekuasaan negara, b) Melihat Undang-Undang adalah produk hukum yang dibentuk oleh alat-alat perlengkapan, c) Negara yang diberi wewenang melalui prosedur dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Hukum Tata Negara, d) Hukum Tata Negara merumuskan dasar dari perilaku politik/kekuasaan. Ilmu Politik : a) Mempelajari kekuasaan dilihat dari aspek perilaku kekuasaan tersebut, b) Setiap produk Undang-Undang merupakan hasil dari proses politik atau keputusan politik karena setiap Undang-Undang pada hakekatnya disusun dan dibentuk oleh Lembaga-Lembaga politik, c) Ilmu Politik melahirkan manusia-manusia.

(3) Hubungan Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara : a. Hukum Tata Negara adalah hukum yang meliputi hak dan kewajiban manusia, personifikasi, tanggung jawab, lahir dan hilangnya hak serta kewajiban tersebut hak-hak organisasi batasan-batasan dan wewenang. Hukum Administrasi Negara adalah yang mempelajari jenis bentuk serta akibat hukum yang dilakukan pejabat dalam melakukan tugasnya. b. Hukum Administrasi Negara merupakan bagian dari Hukum Tata Negara dalam arti luas, sedangkan dalam arti sempit Hukum Administrasi Negara adalah sisanya setelah dikurangi oleh Hukum Tata Negara. c. Menurut Budiman Sinaga, mengenai perbedaan antara Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara terdapat banyak pendapat. Secara sederhana, Hukum Tata Negara membahas negara dalam keadaan diam sedangkan Hukum Administrasi Negara membahas negara dalam keadaan bergerak. Pengertian bergerak di sini memang betul-betul bergerak, misalnya mengenai sebuah Keputusan Tata Usaha Negara. Keputusan itu harus diserahkan/dikirimkan dari Pejabat Tata Usaha Negara kepada seseorang.

Asas-asas hukum tata negara: (1) Asas Pancasila, (2) Asas Kedaulatan rakyat dan Demokrasi, (3) Asas Negara Hukum, (4) Asas Negara Kesatuan, (5) Asas Pembagian / Pemisahan Kekuasaan dan Check Balances {Kekuasaan Legislatif, Kekuasaan Eksekutif, Kekuasaan Yudikatif}. Cara pendekatan dalam hukum tata negara : (1) pendekatan yuridis formil, (2) pendekatan filosofi, (3) pendekatan sosiologis. Sumber-sumber hukum tata negara : (A) Sumber hukum materiil {dasar dan pandangan hidup bernegara & kekuatan politik yang berpengaruh pada saat merumuskan kaidah hukum tata negara}, (B) Sumber hukum formil {hukum perundang-undangan ketatanegaraan,hukum adat ketatanegaraan, hukum kebiasaan ketatanegaraan / konvensi ketatanegaraan, yurisprudensi ketatanegaraan, hukum perjanjian internasional ketatanegaraan, doktrin ketatanegaraan}, (C) Hierarki peraturan perundang-undangan menurut TAP MPRS NO. XX/MPRS/1966 : (1) Undang-undang dasar 1945, (2) Ketetapan MPRS/MPR, (3) Undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang, (4) Peraturan pemerintah, (5) Keputusan presiden, (6) Peraturan menteri dan surat keputusan menteri, (7) Peraturan daerah dan keputusan kepala daerah, (8) Yurisprudensi, (9) Hukum tidak tertulis, (10) Hukum Internasional, (11) Keputusan Tata usaha Negara, (12) Doktrin, (13) Traktat, (D) Hierarki peraturan perundang-undangan menurut UU NO. 10 TAHUN 2004 : (1)UUD 1945, (2) Undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang, (3) Peraturan pemerintah,(4)Peraturan presiden, (5) Peraturan daerah.

KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL

gropgrup

Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan manusia yang hidup bersama, sehingga terjadi hubungan yang menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan kesadaran untuk saling menolong. Suatu himpunan manusia dapat disebut kelompok sosial jika memenuhi beberapa persyaratan yaitu setiap anggota harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan, bersistem dan berproses, ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya, terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, berstruktur, berkaidah serta mempunyai pola perilaku.

Tipe umum kelompok sosial yang pertama kategori statistik adalah pengelompokkan atas dasar ciri tertentu yang sama, kedua adalah kategori sosial adalah kelompok individu yang sadar akan ciri-ciri yang dimiliki, ketiga adalah kelompok sosial, keempat adalah kelompok tidak teratur yaitu orang-orang yang berkumpul disuatu tempat pada waktu yang sama karena pusat perhatian yang sama, dan yang kelima adalah organisasi formal yaitu setiap kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan sudah ditentukan terlebih dahulu. Pengklasifikasian tipe kelompok sosial disebabkan faktor yaitu besar kecilnya jumlah anggota, derajat interaksi sosial, kepentingan dan wilayah, berlangsungnya suatu kepentingan, derajat organisasi, kesadaran akan jenis yang sama, hubungan sosial dan tujuan.

Menurut Selo Soemardjan, ada 2 macam jenis kelompok sosial yaitu kelompok sosial yang tidak teratur dan kelompok sosial yang teratur. Contoh kelompok sosial yang tidak teratur meliputi :

1. In-group dan Out-group

Kepentingan kelompok sosial serta sikap-sikap yang mendukung dalam proses sosialisasi sehingga terwujud suatu perbedaan antara mereka. Suatu kelompok sosial yang individunya mengidentifikasikan dirinya dinamakan in-group. Sikap in-group didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota kelompok. Sedangkan kelompok sosial yang oleh individu sebagai lawan in-groupnya dinamakan out-group. Sikap out-group selalu ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme atau antipati. Perasaan in-group dan out-group merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme yang disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu sehingga sukar bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya walaupun dia menyadari bahwa sikapnya salah. Sikap etnosentrisme disosialisasikan dan diajarkan kepada anggota kelompok sosial yang serentak dengan nilai kebudayaan lain dan biasanya mereka menggunakan stereotip yaitu gambaran atau anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu obyek tertentu.

2. Kelompok Primer dan Sekunder

Menurut Cooley, kelompok primer (primary group) adalah kelompok sosial yang ditandai ciri anggotanya saling kenal-mengenal sehingga ada kerjasama yang erat yang bersifat pribadi. Sifat utama hubungan primer adalah kesamaan tujuan dari individu yang tergabung dalam kelompok. Hubungan primer bersifat sukarela jika pihak yang bersangkutan merasakan suatu kebebasan dalam pelaksanaannya. Hubungan primer bersifat pribadi jika hubungan tersebut melekat pada kepribadian seseorang dan tidak dapat diganti oleh orang lain. Hubungan primer bersifat inklusif jika seseorang mengadakan hubungan primer dengan orang lain.

Dan kelompok sekunder (secondary group) adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang yang tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi sehingga sifatnya tidak langgeng.

3. Kelompok Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)

Menurut Ferdinand Tonnies, paguyuban (gemeinschaft) adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal, karena didasari hubungan rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Bentuk paguyuban dapat ditemukan didalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga. Paguyuban mempunyai beberapa ciri pokok yaitu hubungan menyeluruh yang mesra (intimate), hubungan bersifat pribadi yang khusus untuk beberapa orang saja (private), hubungan hanya untuk 2 orang yang bersangkutan di dalamnya saja (exclusive). Selain itu paguyuban juga mempunyai beberapa tipe yaitu paguyuban karena ikatan darah adalah paguyuban yang merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan, paguyuban karena tempat adalah paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong menolong, paguyuban karena jiwa-pikiran adalah paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang tidak mempunyai hubungan sedarah atau tempat tinggal yang berdekatan tapi mempunyai jiwa, pikiran, serta ideologi yang sama.

Sedangkan patembayan (gesellschaft) adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka dan strukturnya bersifat mekanis. Bentuk patembayan dapat ditemukan didalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik.

4. Form.al Group dan Informal Group

Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubugan antara sesamanya.

Sedangkan Informal group adalah tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti dan biasanya terbentuk karena pertemuan berulangkali yang menjadi dasar bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama.

5. Membership Group dan Reference Group

Menurut Robbert K. Merton, membership group adalah suatu kelompok yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.

Sedangkan reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Ada 2 tipe umum reference group yaitu tipe normatif yang menentukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang dan tipe perbandingan yang merupakan pegangan bagi individu dalam menilai kepribadiannya.

6. Kelompok Okupasional dan Kelompok Volunter

Kelompok okupasional yaitu kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sejenis yang peranannya sangat besar dalam mengarahkan kepribadian anggotanya.

Kelompok volunter yaitu mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama tapi tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga dapat memenuhi kepentingannya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.

Sedangkan contoh kelompok sosial yang teratur meliputi :

  1. Kerumunan (crowd) adalah individu yang berkumpul secara kebetulan disuatu tempat dan pada waktu yang bersamaan. Bentuk kerumunan yang pertama yaitu kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial meliputi khalayak penonton/pendengar yang formal (formal audience) dan kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group). Bentuk yang kedua adalah kerumunan yang bersifat sementara (casual crowd) meliputi kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations), kerumunan orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds), dan kerumunan penonton (spectator crowds). Bentuk yang ketiga adalah kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds) meliputi kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs) dan kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds).
  2. Publik adalah kelompok orang-orang yang berkumpul karena mempunyai kesamaan kepentingan.

SUMBER   :

Soekanto, Soerjono. “Sosiologi Suatu Pengantar”.1990. Jakarta : P.T. Raja Grafindo Persada

SURAT LAMARAN PEKERJAAN (JOB VACANCY)

ggnewspaper

Pengertian surat lamaran pekerjaan (SLP)

ð  Adalah surat yang dibuat dan dikirimkan seseorang yang ingin bekerja dikantor, perusahaan ataupun instansi tertentu.

ð  Adalah surat yang berisi penawaran keahlian kemampuan/jasa terhadap suatu perusahaan/instansi tertentu.

ð  Adalah surat resmi karena dalam pembuatannya mempunyai aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya dan ditujukan pada perusahaan atau instansi tertentu.

Pembagian surat lamaran pekerjaan (SLP)

ð  SLP berdasarkan iklan

Informasi lamaran pekerjaan diperoleh dari iklan di koran, majalah, media massa, media cetak, media elektronik, dan bahkan dari perkataan orang lain.

ð  SLP berdasarkan inisiatif sendiri

Mengirimkan surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri atau kemauan sendiri.

Aturan penulisan surat lamaran pekerjaan (SLP)

ð  Dapat ditulis tangan atau diketik

ð  Di folio bergaris

ð  Tidak boleh bolak balik

ð  Tulisannya tegak bersambung (latin modern)

ð  Bebas coretan

ð  Tulisannya jelas, mudah dibaca, dan rapi

Bagian-bagian (unsur) surat lamaran pekerjaan (SLP)

ð  Tempat, tanggal pembuatan surat

ð  Maksut surat (perihal)

ð  Jumlah lampiran

ð  Alamat surat

ð  Salam pembuka

ð  Isi surat :

  1. Pembuka surat
  2. Isi surat (meliputi identitas pelamar dan pernyataan mengajukan lamaran)
  3. Kualifikasi pelamar
  4. Penutup surat

ð  Salam penutup

ð  Tanda tangan dan nama pelamar

Contoh surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan (perkataan orang lain) :

Sidoarjo, 29 September 2011

Perihal         : Permohonan menjadi karyawan

Lampiran     : Empat lembar

Yth. Pimpinan Rama Farma

Jalan Tenaru 231

Gresik

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan Bapak, yaitu Ibu Sinta, saya mengetahui bahwa dalam perusahaan ini ada lowongan pekerjaan untuk bidang administrasi. Saya tertarik untuk mengisi lowongan pekerjaan itu. Adapun identitas saya :

nama                                : Nasria Ika Nitasari

tempat, tanggal lahir    : Sidoarjo, 25 Februari 1991

pendidikan terakhir      : SMA

alamat                              : Jalan Pelayaran, Desa Tempel RT 01 RW 01, Krian, Sidoarjo, Telepon (085)730045512

Sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan, saya mempunyai kualifikasi yang cukup memadai untuk melakukan pekerjaan di bidang administrasi. Oleh karena itu, dengan ini saya laampirkan beberapa berkas yang menunjukkan kualifikasi saya yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

  1. Foto copy ijazah SMA
  2. Piagam penghargaan
  3. Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian
  4. Daftar riwayat hidup

Atas pertimbangan dan perhatian Bapak terhadap surat lamaran ini, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

TTD                                                                                                                                                                                                                                                                Nasria Ika Nitasari

Contoh Daftar Riwayat Hidup :

1. Riwayat Diri

A. Nama lengkap: Nasria Ika Nitasari

  1. Jenis kelamin                  : Perempuan
  2. Tempat, tanggal lahir    : Sidoarjo, 25 Februari 1991
  3. Kewarganegaraan           : Indonesia
  4. Agama                               :Islam
  5. Alamat                              : Desa Tempel RT 01 RW 01, Krian, Sidoarjo

2. Riwayat Pendidikan

A. Pendidikan Formal

  1. RA Hidayatul Ulum                   tahun 2000
  2. MI Hidayatul Ulum                   tahun 2006
  3. SMP Negeri 2 Krian                  tahun 2009
  4. SMA Negeri 1 Driyorejo           tahun 2012

B. Pendidikan Non Formal

  1. English Conversation                tahun 2006
  2. Drund Band                                tahun 2006
  3. Karya Tulis Remaja                   tahun 2009
  4. English Cortner                          tahun 2009
  5. Hadra                                           tahun 2009
  6. Young Changes Maker             tahun 2012
  7. Dokter Makanan                       tahun 2012

C. Pengalaman Organisasi

1. Pramuka                                              tahun 2006

2. Palang Merah Remaja                      tahun 2009

3. Paskibra                                              tahun 2012

D. Pengalaman Kerja

1.                                                                tahun

2.                                                               tahun

Demikian daftar riwayat hidup ini saya isi dengan sesungguhnya.

Sidoarjo, 29 september 2011

TTD

Nasria Ika Nitasari

EXAMPLE OF JOB VACANCY :

URGENTLY REQUIRED

We, Fast Growing company with main business at Power Plant, Oil & gas and Infrastructure Project Currently we are looking for young talented and professional to fill in the positions of:

  1. 1.      Project Manager (PM)                11. Drafter for Civil, Electrical, Mechanical (D)
  2. 2.      Construction Manager (SM)      12. Construction Superintendent (CS)
  3. 3.      Site Manager (SM)                      13. HSE Engineers (HSE)
  4. 4.      QA / QC Manager (QM)            14. Project/Cost Control Engineers (PCE)
  5. 5.      Mechanical Engineers (ME)       15. Secretary (S)
  6. 6.      System Engineers (SE)                16. Boiler & Static Engineers (BSE)
  7. 7.      Piping Engineers (EE)                17. Instrument Engineers (IE)
  8. 8.      Civil Engineers (CE)                   18. Bridge Engineers (BE)
  9. 9.      Electrical Engineers (EE)           19. Process Engineers (PE)
  10. 10.  Account Officers (AO)                20. HRD Manager

 

General Requirements :                                                                    Please send your complete

  • Have experience in Power Plant, Oil & Gas,                    application and CV to :

Long Span, ridge and Petrochemical Projects                            PT ENERGIKON ENGINEERING &

  • Computer literate                                                                CONSTRUCTION
  • Understanding English, good communication             Gedung Pusat Perfilman

skills                                                                                                   Usmar Ismail 3rd floor

  • Must be willing to travel or work either in site            Jl. HR Rasuna Said Kav C-22
  • Having management to HSE for item 13                      Kuningan-Jakarta 12950
  • Good spoken written of English                                     Email : energikon@hotmail.com
  • Fresh graduate are welcome to apply

EXAMPLE OF Job Aplication (by email) :

To                    : energikon@hotmail.com

From                : nasriaika@ymail.com

Date                : 17th March 2013

Subject                        : aplication letter

Dear Sir or Madam ,

In response to your advertisement which appeared in the Jawa Post, Saturday 11th February 2013, I would like to apply for the position of “Account Officers” with your company.

I offer a solid accounting background and education, as well as extensive practical experience in financial applications of automated systems. My experience includes yearly financial analysis with accounting in a company Citraland area`s in Surabaya. Additionally, I am familiar with MS office and computer literate and in addition to I am understand spoken and written English fluently.

I look forward to hearing from you in the near future to schedule an interview at your convenience. I  would welcome the opportunity to discuss with you how I might contribute to your company’s continuous success.

Sincerely ,

Nasria Ika Nitasari

EXAMPLE OF Job Aplication (by letter) :

Jl. Pelayaran

Tempel Village,  Krian – Sidoarjo

Krian 61262

17th March 2013

PT ENERGIKON ENGINEERING & CONSTRUCTION

Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail 3rd floor

Jalan HR Rasuna Said Kav. C-22

Kuningan – Jakarta 12950

Dear Sir or Madam ,

In response to your advertisement which appeared  in the Jawa Post, Saturday 11th February 2013, I would like to apply for the position of “Account Officers” with your company.

I offer a solid accounting background and education, as well as extensive practical experience in financial applications of automated systems. My experience  includes yearly financial analysis with accounting in a company Citraland area`s in Surabaya.. Additionally, I am familiar with MS office and computer literate and in addition to I am understand spoken and written English fluently.

I look forward to hearing from you in the near future to schedule an interview at your convenience. I  would welcome the opportunity to discuss with you how I might contribute to your company’s continuous success.

Sincerely ,

Nasria Ika Nitasari

EXAMPLE OF CURRICULUM VITAE :

PERSONAL DATA

Name                           : Nasria Ika Nitasari

Address                       :  Pelayaran street, tempel village

Tempel Village, Krian 61262, Sidoarjo

Telephone                    : 085730045512

Place of birth               : Sidoarjo

Date of birth               : 25th February 1991

Sex                              : Female

Marital status             : Single

Hobbies                       :  Reading

EDUCATION

(2008-2012) S1 Accounting Department, Surabaya State University, with GPA 3.4

(2005-2008) SMA Negeri 1 Driyorejo

COURSES

  1. Computer in Megaprimagama, Driyorejo-Gresik (2006-2008)
  2. Course English in John Course (Level 1-5) Megaprima Driyorejo-Gresik (2005-2008)

WORKING EXPERIENCE

  1. June 2011- present in PT Bintang Rezeki Maju Citraland, as an accountant executive

REFERENCE

  1. Drs. Jean Suha Theresia Boru Aritonang, the manager of PT Bintang Rezeki Maju Citraland

KEBUDAYAAN SEBAGAI SISTEM NORMA

petakebudayaan

            Kebudayaan itu berwujud gagasan dan tingkah laku manusia, kebudayaaan tidak lepas dari kepribadian  individu melalui proses belajar yang panjang  dan menjadi milik dari masing-masing individu masyarakat yang bersangkutan. Kepribadian atau watak tiap-tiap individu pasti juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan itu dalam keseluruhannya. Gagasan, tingkah laku, atau tindakan manusia itu ditata, dikendalikan dan dimantapkan pola-polanmya oleh berbagai sistem norma yang seolah olah berada diatasnya.

1. Norma Kelaziman / Kebiasaan (Folkways)

Folkways adalah suatu norma atau tata aturan seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu kegiatan yang diikuti tanpa berpikir panjang dan dilakukan berulang-ulang secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar dengan bentuk yang sama, melainkan hanya didasarkan atas tradisi atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat.

Folkways lebih dari custom. Custom adalah cara-cara bertindak yang telah diterima oleh masyarakat. Contoh : cara mengangkat topi, cara duduk, cara-cara peminangan, dan lain-lain.

Folkways dan custom keduanya tidak memerlukan sanksi (ancaman hukuman bagi yang melanggar suatu aturan). Biasanya orang-orang yag menyimpang dari kelaziman dianggap aneh, mendapat celaan atau cacian dari masyarakat, ditertawakan, di ejek, dan lain-lain. Contoh folkways : berpamitan kepada orang tua saat keluar rumah, memberikan salam ketika bertemu dengan orang yang dikenal saat di jalan, makan dan minum dengan tangan kanan dan harus duduk (tidak boleh berdiri), mengetuk pintu jika ingin memasuki kamar orang lain, memakai sepatu dan pakaian dari sisi kanan dahulu, menerima tamu dengan sopan dan ramah, dan lain-lain.

2. Norma Kesusilaan / Tata Kelakuan (Mores)

Mores adalah suatu aturan atau norma yang berasal dari kebiasaan yang dibuat manusia sebagai anggota masyarakat yang erat kaitannya dengan hati nurani dengan mencerminkan sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar untuk melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Contohnya: sopan santun dan tingkah laku seperti melarang pembunuhan, larangan incest yaitu larangan perkawinan antara orang-orang yang dipandang masih berdarah dekat yang akan diusir dari lingkungan kelompok tempat tinggalnya, memperkerjakan anak di bawah umur, suka melakukan perampasan/pemalakan, suka bertindak kekerasan dan lain-lain.

Mores biasanya dihubungkan dengan keyakinan keagamaan. Barang siapa melanggar kesusilaan, biasanya tidak ada hukuman secara langsung. Biasanya diisolir / disingkir oleh masyarakat dan menjadi pembicaraan masyarakat. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan seseorang.

Masyarakat biasanya mengamati anggota-anggotanya apakah ada yang menyimpang dari kesusilaan atau tidak. Bila ternyata ada penyimpangan naka mereka berani melancarkan ejekan-ejekan, sindiran-sindiran, atau memaksa dan mengusir orang itu untuk meninggalkan tempat tinggalnya. Tindakan-tindakan masyarakat yang demikian itu disebut social pressure ( social control).

3. Norma Hukum

Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan atau norma yang berasal dari pemerintah berupa aturan, instruksi, ketetapan, keputusan dan undang-undang dalam suatu negara yang membatasi tingkah laku dan perbuatan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Norma hukum ini ditujukan kepada anggota masyarakat agar mentaati aturan-aturan yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajibam, ataupun larangan, agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan. Ketentuan-ketentuan dalam norma hukum lazimnya dikodifikasikan dalam bentuk kitab undang-undang atau konvensi-konvensi.

Norma hukum menghendaki agar hidup di dalam masyarakat tidak ada pelanggaran hak milik dari kepentingan orang kepada orang lain.

Norma hukum dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

  1. Tertulis, yaitu aturan-aturan yang dikodifikasikan dalam bentuk kitab undang-undang. Contoh : hukum pidana , hukum perdata, dan lain-lain.
  2. Tidak tertulis (konvensi), aturan-aturan yang diyakini keberadaannya secara adat meskipun tidak dikodifikasikan dalam bentuk kitab undang-undang.

Contoh : hukum adat.

Dengan adanya aturan ini dapat membuat orang yang melanggarnya akan mendapatkan sanksi atau hukuman yang sesuai dengan aturan norma yang  telah ditetapkan, yang biasanya dapat berupa denda atau hukuman fisik. Sanksi terhadap pelanggar sifatnya paling tegas dibanding dengan norma-norma lainnya.

4. Mode / Fashion

Mode adalah cara gaya hidup dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang, yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam waktu-waktu tertentu.

Biasanya dilakukan dengan meniru atau iseng dan dalam setiap zaman, mode cenderung untuk selalu berubah-ubah sangat cepat dengan mengikuti trend seiringnya berkembangnya zaman. Pada dasarnya orang mengikuti mode untuk  mempertinggi gengsi menurut pandangan pribadi masing-masing, sehingga biasanya bagi orang yang tidak mengikuti mode biasanya akan dianggap ketinggalan zaman (kuno). Contoh mode : mode rambut, mode pakaian. Model kendaraan, rumah dan lain-lain.

Berkembangnya mode yang melampaui batas seperti pakaian seksi, rumah mewah, mobil mewah, kehidupan seronok, dan sebagainya dapat menciptakan konflik baik yang bersifat individual maupun yang bersifat sosial. Sehingga dengan berkembangnya mode
(fashion) perlu diimbangi dengan penanaman norma-norma agama kepada masyarakat supaya terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang berasal dari perkembangan dunia mode (fashion).

SUMBER  :

Soekanto, Soerjono.”Sosiologi Suatu Pengantar”.1990. Jakarta : P.T. Raja Grafindo Persada

PANTUN DAN CONTOHNYA

Pantun

Pantun adalah puisi lama yang terdiri atas 4 baris dalam satu baitnya yang terbagi atas baris pertama dan kedua disebut sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat disebut isi. Sampiran adalah gambaran secara umum yang akan menuju ke tujuan atau isi.

Ciri – ciri pantun terdiri dari 5 yaitu :

-Terdiri dari 4 baris

-Baris 1 dan 2 disebut sampiran

-Baris 3 dan 4 disebut isi

-Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata tetapi yang lazim digunakan adalah 10 suku kata

-Bersajak abab

Menurut isinya, pantun dibedakan menjadi 3 yaitu :

1.      Pantun Anak-Anak

Pantun anak-anak terbagi menjadi dua yaitu :

*Pantun Bersuka Cita

Biasanya digunakan saat dalam keadaan atau suasana sedang senang, bahagia, gembira, dan lain-lain.

Contoh pantun :

Beli baju bercorak jingga

Cari pepaya diatas sawah

Aku bersorak tanda bahagia

Melihat ayah bawa hadiah

  *Pantun Berduka Cita

Biasanya digunakan saat dalam keadaan atau suasana sedang senang, bahagia, gembira, dan lain-lain.

Contoh pantun :

Mencari bunga berwarna putih

Burung angsa indah sayapnya

Hati siapa takkan sedih

Hidup terpisah sahabat lama

2.      Pantun Anak Muda

Pantun anak muda terbagi menjadi enam yaitu :

*Pantun Nasib / Dagang

Contoh pantun :

Pergi sekolah mampir ke Cimahi

Depan bukit lihat ilalang

Mungkin sudah takdir ilahi

Badan sakit itnggal tulang

*Pantun Kenalan

Contoh pantun :

# Dari mana hendak kemana

Manggis dipetik tinggal daunnya

Kalau boleh kami bertanya

Gadis cantik siapa namanya

#    Limau merah diatas dahan

Membeli kain di kota pati

Kalau boleh kami kenalan

Bukan main senangnya hati

*Pantun Berkasih-kasihan

Contoh pantun :

Jalan lurus menuju Tuban

Terus pergi mengangkat peti

Badan kurus bukan tak makan

Karena mikirkan si jantung hati

*Pantun Perpisahan

Contoh pantun :

Jaga tugu di tengah jalan

Menjala ikan dapat kerang

Sungguh tega aku kau tinggalkan

Hidup di dunia hanya seorang

*Pantun Jenaka

Contoh pantun :

Kita bersama pergi ke Bali

Jalan ke kota membeli mangga

Hati siapa takkan geli

Melihat babi berpita babi

*Pantun Teka-teki / Jebakan

Contoh pantun :

Menuruni jurang yang sangat landai

Berjalan di atas rumput teki

Kalau anda memanglah pandai

Hewan apa tanduk di kaki

3.      Pantun Tua

Pantun tua terbagi menjadi tiga yaitu :

*Pantun Adat

Contoh pantun :

Tolong menolong umpama jari

Tiap hari bantu membantu

Bekerja selalu berlima diri

Itulah tuhan memberimu

*Pantun Agama

Contoh pantun :

Makan coklat di lampu redup

Kebun bakau dahannya mati

Sholatlah engkau selama hidup

Sebelum engkau sendiri di sholati

*Pantun Nasihat

Contoh pantun :

Buah kelapa buah lontar

Di beli ayah dari pekan

Rajin-rajinlah engkau belajar

Untuk bekal di masa depan

 

SUMBER   :

Buku paket Bhs.Indonesia kelas XII

KEKUASAAN YANG MENDOMINASI DI INDONESIA

pilkada-dan-korupsi

             Kekuasaan adalah usaha (kemampuan) seseorang atau suatu sekelompok manusia dalam suatu negara untuk mempengaruhi, mengendalikan, serta menguasai orang lain atau kelompok lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan cara memberi perintah agar mau menuruti dan taat terhadap semua keinginan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia. Menurut OSSIP K. FLECHTHEIM, kekuasaan sosial adalah keseluruhan dari kemampuan, hubungan – hubungan dan proses – proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan – tujuan yang ditetapkan pemegang kekuasaan.

Jenis-jenis kekuasaan terdiri dari :

1.   Kekuasaan Militer

Untuk melaksanakan kekuasaannya, maka penguasa akan mempergunakan pola paksaan serta kekuatan militer agar menimbulkan rasa takut dalam diri masyarakat, sehingga mereka tunduk kepada penguasa atau sekelompok orang yang dianggap sebagai penguasa. Sehingga dibentuk organisasi dan pasukan khusus yang bertindak sebagai dinas rahasia.

2.  Kekuasaan Ekonomi

Penguasa berusaha menguasai kehidupan masyarakat dengan melakukan pendekatan yang menggunakan saluran ekonomi, sehingga penguasa dapat melaksanakan peraturannya dan menyalurkan pemerintahannya dengan disertai sanksi tertentu. Penguasaan kehidupan masyarakat yang dilakukan oleh penguasa, bentuknya dapat berupa monopoli,  penguasaan sektor penting dalam masyarakat, dan lainnya.

3.  Kekuasaan Politik

Penguasa dan pemerintah berusaha untuk membuat peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat melalui saluran politik yaitu dengan cara meyakinkan atau memaksa masyarakat untuk mentaati peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan-badan yang berwenang dan sah.

4.  Kekuasaan Budaya

Kekuasaan budaya adalah kekuasaan dari hasil karya, rasa, dan karsa manusia yang menjadikan seseorang secara tidak sadar perilakunya secara perlahan-lahan akan berubah.

5. Kekuasaan Pemerintahan (Birokrasi)

Kekuasaan pemerintahan adalah kekuasaan yang para pejabatnya secara bersama-sama berkepentingan dalam kontinuitasnya. Dalam pemerintahan, kekuasaan publik dijalankan oleh pejabat pemerintah atau para birokrat yang melaksanakan tugasnya sesuai dengan peranan dan fungsinya dalam sistem birokrasi negara dan harus mampu mengendalikan orang-orang yang dipimpinnya. Birokrasi mempunyai tiga arti yaitu sebagai tipe organisasi yang khas, sebagai suatu sistem, dan sebagai suatu tatanan jiwa tertentu dan alat kerja pada organ negara untuk mencapai tujuannya.

6. Kekuasan Hukum

Dalam penerapannya, hukum memerlukan suatu kekuasaan untuk mendukungnya. Ciri utama inilah yang membedakan antara hukum disatu pihak dengan norma-norma sosial lainnya dan norma agama. Kekuasaan itu diperlukan oleh karena hukum bersifat memaksa. Tanpa adanya kekuasaan, pelaksanaan hukum di masyarakat akan mengalami hambatan-hambatan. Selain itu, hukum pun merupakan pembatas bagi kekuasaan karena itu disamping keharusan adanya hukum sebagai alat pembatas. Juga bagi pemegang kekuasaan ini diperlukan syarat-syarat lainnya seperti memiliki watak yang jujur dan rasa pengabdian terhadap kepentingan masyarakat. Kesadaran hukum yang tinggi dari cara pertama dengan menelaahnya dari konsep sanksi. Adanya perilaku yang tidak mematuhi peraturan hukum diperlukan adanya sanksi untuk penegakan aturan-aturan hukum tersebut.

                       Jenis kekuasaan yang mendominasi di Indonesia yaitu kekuasaan politik. Sebab kekuasaan politik menempati posisi sentral dalam negara Indonesia yang akan mempengaruhi kegiatan lainnya di dalam negara tersebut. Kekuasaaan politik digunakan untuk menunjukkan kewenangan dalam mengatur kehidupan masyarakat yaitu kewenangan membuat aturan-aturan hukum (kekuasaan legislatif), kewenangan melaksanakan hukum (kekuasaan eksekutif), dan kekuasaan melaksanakan peradilan untuk mempertahankan hukum (kekuasaan yudikatif). Kekuasaan politik di Indonesia dapat dilihat dari banyaknya kasus tindak korupsi yang bebas oleh hakim dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara yang menyebabkan munculnya adanya kekuatan besar untuk menutupi kasus tersebut dengan cara menciptakan kebijakan politik untuk kepentingan sekelompok orang atau golongan sehingga kekuasaan kehakiman menjadi sia-sia. Adanya kekuasaan politik yang banyak masuk untuk menentukan aspek kehidupan bernegara menyebabkan kekuasaan kehakiman menjadi kurang berfungsi. Dengan perkembangan hukum yang dipengaruhi oleh politik hukum menyebabkan suatu pemerintah yang sedang berkuasa akan menjadi represif dan tidak lagi memperhatikan kepentingan orang-orang di sekitarnya. Berkembangnya kekuasaan politik menyebabkan kekuasaan kehakiman menjadi kotor karena adanya pemufakatan jahat yang dibuat berdasarkan kesepakatan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan-tujuannya yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Akibat dari kebijakan politik telah menyingkirkan aturan hukum serta norma-norma dan kaidah-kaidah yang hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sumber kekuasaan terdiri dari :

  • Legitimate power (Kekuasaan sah)

Legitimate power adalah  perolehan kekuasaan melalui pengangkatan. Kekuasaan formal diperoleh berdasarkan hukum (aturan) yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.

  • Coersive power (kekuasaan memaksa)

Coersive power adalah perolehan kekuasaan melalui cara kekuasaan (perolehan/ perampasan bersenjata. Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).

  • Expert power (Kekuasaan keahlian )

Expert power adalah perolehan kekuasaan berdasarkan keaslian persepsi atau keyakinan pemberi pengaruh yang mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain yang dipengaruhi.

  • Reward power (Kekuasaan menghargai)

Reward power adalah perolehan kekuasaan yang didasarkan melalui suatu pemberian penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah.

  •   Referent power (Kekuasaan rujukan)

Referent power adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang melalui daya tarik seseorang misalnya daya tarik dari penampilan fisik seseorang, yang didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).

  • Legitimasi sosial

Legitimasi sosial adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang, yang diperoleh melalui pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat (rakyat).

Bentuk kekuasaan terdiri dari :

  • Influence adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mengubah sikap dan perilakunya secara sukarela.
  • Persuasion adalah kemampuan meyakinkan orang lain dengan argumentasi untuk melakukan sesuatu.
  • Manipulasi adalah penggunaan pengaruh, dalam hal ini yang dipengaruhi tidak menyadari tingkahlakunya mematuhi pemegang kekuasaan.
  • Coercion adalah peragaan kekuasaan (ancaman paksaan) yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak pemilik keuasaan.
  • Force adalah penggunaan tekanan fisik, membatasi kebebasan menimbulkan rasa sakit, atau pun membetasi pemenuhan kebutuhan biologis agar melakukan sesuatu.

Ciri-ciri kekuasaan terdiri dari

  • Mengendalikan orang lain
  • Orang mampu  mengontrol orang lain tetapi ada perlawanan
  • dalam menggunakan kekuasaan selalu ada konflik sosial
  • siapa yg memiliki sosial resources akan menang
  • tetapi sesuatu yang dikeluarkan belum tentu mendapatkan seperti yang diinginkan karena ada mekanisme kompromi

Cara-cara mempraktekkan kekuasaan

Dalam mempraktekkan kekuasaannya, setiap penguasa yang telah memegang kekuasaan dalam masyarakat akan mempertahankan kekuasaannya demi stabilnya masyarakat tersebut. Untuk mempertahankan kekuasaannya, penguasa tersebut dapat melakukan cara-cara atau usaha-usaha misalnya penguasa mengubah peraturan terutama di bidang politik yang merugikan penguasa dan digantikan dengan peraturan yang menguntungkan penguasa tersebut, melaksanakan administrasi dan birokrasi yang baik untuk negara dan masyarakat, serta mengadakan konsolidasi horisontal dan fertikal. Agar pemerintah atau penguasa dalam suatu negara tidak sewenang-wenang dalam menjalankan dan menggunakan kekuasaannya, maka harus ada pembagian kekuasaan (pembedaan pemegang kekuasaan) yang dibagi dalam organ-organ negara yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Pembagian kekuasaan tersebut yang pertama adalah kekuasaan legislatif yang bertugas (berfungsi) untuk membuat undang-undang, kekuasaan eksekutif yang bertugas (berfungsi) melaksanakan dan menjalankan undang-undang, kekuasaaan yudikatif yang bertugas (berfungsi) untuk melindungi dan mengawasi undang-undang serta mengadili bila terjadi pelanggaran atas undang-undang. Kekuasaan tidak hanya melekat kepada manusia, dan sumberdaya tetapi juga pada struktur sosial itu sendiri yang diciptakan, dipertahankan dan ditranformasikan melalui proses komunikasi. Kekuasaan dapat menjadi kekuasaan positif apabila dibagikan, dikembangkan pada orang lain, dan digunakan secara bijaksana yaitu dengan menerima berbagai pendapat yang beraneka ragam dalam pengambilan keputusan, menumbuhkan kemampuan diri, saran-saran serta menjamin kondisi yang memberikan kesempatan untuk saling mempengaruhi.

Perbedaan kekuasaan dan kewenangan serta bagaimana prakteknya

Kekuasaan adalah kemampuan (kewenangan) yang dimiliki oleh suatu kelompok atau seseorang guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pemegang kekuasaan. Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu yang telah ditentukan oleh yang memerintah. Wewenang membutuhkan pernyataan yang sah dari seseorang, pihak atau badan yang pangkatnya lebih tinggi.

Perbedaan kekuasaan dan wewenang, dalam menjalankan hak-nya untuk mempengaruhi orang lain, kekuasaan tidak membutuhkan pernyataan yang sah dari seseorang, pihak atau badan yang pangkatnya lebih tinggi (yang mempunyai kekuasaan lebih tinggi darinya). Selain itu perbedaan kekuasaan juga dilihat dari hubungan kepribadian individu, kekuasaan tidak selalu berupa kewenangan, memiliki keabsahan. Sedangkan wewenang membutuhkan pernyataan yang sah dari seseorang, pihak atau badan yang pangkatnya lebih tinggi (yang mempunyai kekuasaan lebih tinggi darinya). Selain itu perbedaan kewenangan juga dilihat dari hubungan dengan posisi atau peranan sosial seseorang, hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik dalam sebuah negara (pemerintahan). Kekuasaan mempunyai kedudukan yang tertinggi, misalnya direktur utama yang memerintah para staff, sedangkan wewenang hanya memiliki hak untuk memerintahan kepada bawahan setelah mendapatkan perintah dari atasan. Jadi kekuasaan dan wewenang mempunyai hubungan yang saling terkait yang tidak bisa dipisahkan.

Cara mempraktekkan kekuasaan dapat dilihat dari contoh berikut : kepala desa mempunyai kekuasaan untuk mengatur kinerja para perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan yang melingkup dalam desa untuk kemajuan serta kesejahteraaan masyarakat desa. Kekuasaan yang dimiliki oleh kepala desa tersebut tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala desa untuk mengatur kinerja para perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan desa sesuai dengan keinginan dari kepala desa tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan kewenangannya, seorang penguasa tidak boleh menjalankan kekuasaannya melebihi kewenangan yang diperoleh untuk mempengaruhi tingkah laku orang sesuai dengan keinginan dari pemegang kekuasaan.

Cara mempraktekkan kewenangan dapat dilihat dari contoh berikut : seorang bupati mempunyai kewenangan anggota masyarakatnya serta daerahnya agar bisa berkembang menjadi lebih maju. Kewenangan yang dimiliki oleh bupati tersebut harus dilaksanakan oleh anggota masyarakat, karena kewenangan yang dimiliki oleh bupati tersebut sudah mendapatkan pengakuan yang sah dari anggota masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang penguasa dalam menjalankan kewenangannya, harus dilaksanakan oleh anggotanya karena kewenangan yang dimiliki oleh penguasa tersebut sudah mendapatkan pengakuan yang sah dari anggotanya.

sumber :

Soekanto, Soerjono.”Sosiologi Suatu Pengantar”. Jakarta : PT Raja Grafindo, 2002